Determination

1404 Kata

"Johan?" Aku tak percaya dengan yang kulihat. Johan ada di sampingku, ditambah lagi dia tengah memelukku. Tak bisa kuhentikan perasaan bahagia yang melanda. Bukan karena pelukan Johan seutuhnya, tapi lebih dikarenakan perasaan lega, akhirnya ada orang yang menyelamatkanku. "Kau benar-benar keterlaluan." Awan dengan tampang super jutek ternyata juga datang menolong. Pedang perak yang biasa ia gunakan bertarung nampak kemerahan diterpa cahaya senja. "Lain kali, gunakan ide yang lebih kreatif," sindir Awan. Wajahku langsung merona mengingat sosok mahasiswi yang kuminta menggantikan posisiku. Johan memasang tampang kecewa ketika dia tahu hal yang telah kulakukan. "Pelangi, kau tak tahu, kan? Apa yang dilakukan cewek itu padaku?" "Hah, memang apa yang dia lakukan?" tanyaku penasaran. "Cew

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN