Pada akhirnya, Laras tidak kembali lagi ke bangku. Selesai pertandingan, aku disuruh ke pintu keluar lapangan oleh coach. Aku bertanya apakah Beni boleh ikut ke bawah, dan Kak Fifah membolehkan karena kami sudah memenangkan pertandingan. Kania ikut dengan kami. Dia berjalan di belakang aku dan Beni. "KAK ZEE!!!" Belum sampai di pintu, Caesar, Raja dan Sagara berlari dengan berlinangan air mata. Tangan mereka terentang ke samping, seperti kebiasaan Laras yang ingin memelukku. Aku menghentikan langkahku, membiarkan mereka yang menghampiriku. Aku mendengus geli. Senang juga melihat wajah mereka yang menangis bahagia seperti itu saat berlari ke arahku. "Stop!" Beni tiba-tiba berdiri di hadapanku. Punggungnya terlihat olehku, sementara anak-anak yang akan memelukku itu menghentikan langkahn

