"Kamu benar-benar b******k dan egois" umpat Ayu dengan perasaan marah dan sangat kecewa. " Aku menyesal mencintai pria egois seperti kamu" Ayu menarik kopernya keluar dari kamar tidak perduli pada Devan yang masih terdiam di tempatnya. Wanita itu ingin secepatnya pergi dari rumah yang sudah dia tinggali selama tiga tahun ini. Rumah yang memberi kenangan indahnya cinta mereka yang kini semua kenangan itu hancur berkeping-keping hanya dalam hitungan hari. Sudah tidak ada kenyaman lagi di rumah ini. Baru saja tiba di ambang pintu langkahnya terhenti karena kopernya telah ditahan oleh tangan Devan. "Sudah kubilang kamu tidak boleh pergi. Tidak ada alasan untuk bercerai.titik." bentak Devan tetap bersikukuh pada pendiriannya. " Kalau begitu maka aku akan terus terang. Bagaimana jika aku

