Bab 29

1493 Kata

Ayu menanti kedatangan Devan di dalam kamar. Hanya disini mereka bisa berbicara dengan tenang tanpa ada gangguan dari mama Devan. Tidak berapa lama pintu kamar terbuka, Devan memasuki kamar sambil memberikan senyum bahagia dan hangat yang biasanya akan selalu membuat Ayu bahagia. Tapi kali ini Ayu hanya menatap suaminya datar, tanpa ekspresi. Senyum itu twrasa hambar baginya. Sehambar hatinya yang telah membeku. " Penampilanmu sangat kacau" gumam Ayu mengomentari penampilan Devan saat ini. " Mas tidak bisa mengurus diri sendiri tanpa kamu, kan biasanya kamu yang selalu mengurus keperluanku. Mas juga kurang tidur karena memikirkanmu sayang. Mas cemas akan keadaanmu diluar sana tanpa mas. Kamu selama ini kan sangat bergantung pada mas" ujar Devan dengan mendramatisir keadaan. " Kamu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN