BAB 12

1818 Kata

Takumi tidak bermaksud memulai perdebatan tentang berat badan. Sebenarnya topik itu juga bukan topik yang suka dibicarakannya. Terlebih lagi dengan wanita. Tetapi lebih baik berdebat tidak jelas tentang berat badan daripada mendengarkan gadis itu bercerita tentang cinta pertama yang baru dijumpainya setelah bertahun-tahun. “Ngomong-ngomong, foto yang kaukirimkan padaku itu foto apa?” tanya Aiko. Takumi tersenyum kecil mengingat foto yang dikirimkan ke ponsel Aiko tadi siang. “Kau tidak tahu?” ia balas bertanya. “Belum tahu?” “Sepertinya foto Iangit malam dan bintang,” jawab Aiko ragu-ragu. “Kau akan tahu saat kau akan tidur nanti. Tapi kau harus memadamkan lampu. Kau bahkan tidak boleh menyalakan lampu kecil di samping tempat tidurmu itu.” “Kenapa?” “Karena sesuatu yang indah akan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN