Denting bel pintu membuat Aiko mengalihkan perhatiannya dari kesibukannya membungkus biskuit-biskuit cokelat yang akan diberikannya kepada Takumi sebagai hadiah Natal. Aiko mengelap tangan di handuk yang tergantung di dekat lemari dan beranjak ke pintu. “Bukankah dia bilang satu jam lagi?” gumamnya pada diri sendiri. Tetapi begitu membuka pintu, ia tidak melihat siapa pun di sana. “Siapa yang membunyikan bel pintu?” tanyanya heran. Ia mengerjap-ngerjapkan mata dan mulai berpikir yang tidak-tidak. Orang iseng? Tetapi tidak terdengar suara atau bunyi apa pun di luar sana. Jangan-jangan ... Jangan-jangan ... Tidak, tidak. Aiko memejamkan mata dan menggeleng cepat. Ia tidak akan berpikir tentang hantu atau semacamnya. Tidak ... Ketika ia membuka mata kembali, barulah ia melihat sebuah ka

