“Astaga, kita akan ke sini?” Aiko hampir tidak memercayai matanya ketika mereka berdiri di depan gedung pertunjukan besar di pusat kota. Terlihat banyak orang berbondong-bondong memasuki pintu utama gedung. Spanduk besar bergambar sepasang penari balet tergantung di bagian depan gedung, disertai tulisan PERTUNJUKAN BALET SWAN LAKE. “Ya,” sahut Takumi. “Bukankah kau ingin sekali menonton pertunjukan ini?” Aiko menoleh ke arah Takumi. Matanya berkilat-kilat gembira. “Ya. Tadinya Sensei akan mengajakku nonton dan aku sempat kecewa karena ia terpaksa membatalkannya,” katanya cepat-cepat. “Tapi, katanya tiket pertunjukannya sudah habis terjual. Bagaimana kau bisa mendapatkannya?” Takumi tersenyum. “Itu ... rahasia,” katanya pelan. “Tapi aku berhasil membuatmu terkesan, bukan?” Sebelah alis

