BAB 19

1635 Kata

Oh! Aiko merasa jantungnya berdebar kencang. Tangannya mencengkeram pegangan besi di ambang pintu gerbong kereta dengan erat. Ia mengerjapkan mata dan menatap Takumi. Laki-laki itu memang tersenyum, tetapi entah kenapa Aiko tidak merasa Takumi sedang bercanda. Tidak, laki-laki itu serius. Apakah Takumi berusaha mengatakan bahwa ia menyukai Aiko? Aiko menahan napas, matanya terbelalak, dan jantungnya berdebar kencang. Perasaan apa ini? “Kau tidak perlu mengatakan apa-apa sekarang,” kata Takumi sambil memasukkan kedua tangan ke saku jaket. “Aku tahu sekarang bukan waktu yang tepat.” Ia menoleh ke kiri dan ke kanan. Mereka sedang berada di stasiun kereta dan sebentar lagi kereta Aiko akan berangkat. Benar-benar pilihan waktu yang buruk. Aiko diam menunggu kelanjutan kata-kata Takumi. Ia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN