Jangan-Jangan Aku...

1024 Kata

Tamparan keras mendarat di pipi Daffa sebelum dia sempat menyadari apa yang terjadi. Eksas menatapnya dengan mata berkilat penuh kemarahan, napasnya tersengal. "Berani sekali Anda berbicara seperti itu!" Eksas hampir berteriak. "Saya tidak tahu apa yang ada di kepala Anda, tapi jangan pernah merendahkan saya seperti itu!" Daffa memegang pipinya yang memerah, wajahnya menunjukkan campuran keterkejutan dan rasa bersalah. Tapi di balik itu semua, frustrasinya semakin memuncak. "Kalau begitu, jelaskan!" Daffa berteriak balik. "Kalau kau bukan simpanan kakekku, kenapa fotomu ada di rumahnya? Kenapa anakmu sangat mirip denganku? Jangan bilang ini kebetulan!" Eksas terdiam. Air mata hampir mengalir di matanya, tapi dia menahannya. Dia menggigit bibirnya, mencoba menenangkan diri sebelum menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN