Eksas merasa ada yang berbeda dua hari terakhir ini. Biasanya, ia merasa terganggu setiap kali berhadapan dengan Daffa, terutama setelah kejadian-kejadian penuh emosi di antara mereka. Namun, selama dua hari ini, pria itu seolah lenyap begitu saja. Daffa tak lagi muncul di rumahnya atau di tempat kerja, dan lebih anehnya, saat Eksas membersihkan ruang kerja Daffa pagi tadi, ruangan itu kosong. Hati kecilnya sempat berharap akan bertemu dengan Daffa meski hanya sebentar, tetapi ruang kerja itu sunyi, tak ada tanda-tanda kehadiran sang direktur utama. Sambil mengelap meja kerja Daffa, Eksas terdiam. Biasanya, ia selalu menyiapkan diri untuk membalas komentar atau perhatian aneh dari Daffa. Tapi kali ini, tidak ada siapa pun. Bahkan, saat Eksas keluar dari ruangan dan melirik ke arah meja Ar

