Eksas memandangi mainan dinosaurus besar yang kini menjadi pusat perhatian di ruang tamu kecilnya. Mainan itu terlalu mewah untuk seseorang seperti mereka, apalagi untuk seorang anak kecil seperti Elzin. Ada rasa curiga yang menggelayuti pikirannya, tapi dia mencoba menenangkan diri. Dia duduk di kursi dekat Elzin yang sedang sibuk bermain dengan mainan itu. "Elzin, mama ingin tahu," kata Eksas lembut, meski nada suaranya menyiratkan keseriusan. "Dari mana kamu dapat mainan sebesar ini? Bukannya sebelumnya tidak ada?" Elzin, yang sedang asyik membuat cerita petualangan untuk dinosaurusnya, menghentikan aktivitasnya sejenak. Dia menoleh kepada ibunya dengan wajah polos, tapi sedikit bingung bagaimana menjelaskan tanpa melanggar "rahasia" dengan Daffa. "Itu dali teman, Ma," jawab Elzin si

