Eksas akhirnya kembali masuk bekerja setelah beberapa hari absen. Perasaan gugup bercampur dengan ketidaknyamanan menyelimuti dirinya saat ia melewati lobi kantor. Meski tahu Pak Tamri, kepala bagian cleaning service, mungkin marah karena ketidakhadirannya tanpa pemberitahuan yang jelas, Eksas memutuskan untuk tetap menghadapi segala konsekuensi. Namun, saat bertemu dengan Pak Tamri di ruangan administrasi, yang terjadi justru di luar dugaannya. Pak Tamri menatapnya dengan ekspresi datar, tidak ada tanda-tanda kemarahan seperti yang ia bayangkan. "Oh Eksas, akhirnya kamu datang juga," ucap Pak Tamri singkat. "Saya... saya minta maaf karena tidak memberi kabar, Pak," jawab Eksas gugup. "Apakah saya masih boleh bekerja di sini?" Pak Tamri hanya mengangguk. "Sudah ada arahan dari atasan.

