Daffa menghela napas panjang, mencoba meredam emosi yang bercampur dalam dirinya. Tatapan dingin Eksas menusuk hatinya, tapi ada secercah kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan di balik tatapan itu. Dia menyadari betapa rumitnya perasaan Eksas saat ini, dan betapa sulitnya untuk membuat Eksas mendengarkannya. "Aku datang ke sini bukan untuk membuatmu marah lagi, Eksas," kata Daffa dengan suara pelan namun tegas. "Aku hanya ingin memastikan kamu dan Elzin baik-baik saja." Eksas memelototinya dengan sorot penuh ketegasan. "Kami baik-baik saja, Pak. Jadi Anda tidak perlu repot-repot datang untuk memastikan itu. Sekarang, pergilah. Anda butuh istirahat, jangan berkeliaran setelah keluar dari rumah sakit." Daffa mengangguk perlahan, tapi dia tidak bergerak. "Aku tahu, aku sudah membuatmu k

