Daffa merasa sangat terganggu dengan kedatangan Melisa. Kehadirannya hanya membuatnya semakin pusing, terutama dengan situasi yang sudah cukup rumit dalam hidupnya. Dia tidak ingin ada orang yang datang untuk mengganggu apalagi orang yang sudah menyiram dirinya dengan kopi. Melisa tetap berani datang tanpa rasa malu. Jika Melisa bukan anak dari teman kakeknya, mungkin Daffa sudah membuat Melisa takut hanya untuk sekedar melihatnya. Melisa datang dengan membawa bunga, senyum ceria di wajahnya, dan niat untuk menjenguk Daffa yang sedang dirawat di rumah sakit. "Ternyata kamu bisa sakit juga," ujar Melisa. Penampilannya tidak jauh berbeda dari beberapa jam yang lalu. Dalam sehari, Melisa menemuinya sebanyak 2 kali. Seperti tidak ada kerjaan sama sekali. Daffa memijat pangkal hidungnya. "K

