Aris datang ke rumah sakit dengan napas tersenggal-senggal, jelas menunjukkan bahwa dia terburu-buru. Begitu ia sampai di ruang tunggu, matanya langsung mencari-cari Eksas. Setelah menemukan wanita itu, ia mendekat dengan langkah cepat. "Bagaimana keadaan Pak Daffa?" tanya Aris sambil mencoba untuk mengatur napasnya yang terengah-engah. "Apa dia mengalami kecelakaan atau bagaimana?" tanyanya lagi. "Tenang dulu." Eksas tidak bisa menjawab kalau Aris membondongi dirinya dengan pertanyaan. "Maaf." Aris menarik nafas dalam-dalam. Kemudian dihembuskan secara perlahan. Eksas langsung menjelaskan apa yang terjadi. Dia tidak menutupi apapun atau sedang mencari muka agar tidak dituduh yang tidak-tidak. "Maaf, bolehkan saya bertanya?" "Ya. Silahkan." "Ada hubungan apa Anda dengan Pak Daffa?"

