Setelah Pak Aman membukakan pintu gerbang, mobil yang di tumpangi Aira dan pak deni masuk ke pekarangan rumah milik Aira dan Aklil. 'Ah.. Rasanya rindu sekali dengan rumah ini' batinnya, sambil memandang rumahnya itu. Tapi pulang ke rumah ini membuat Aira semakin rindu dengan Aklil. Seketika Aira menggelengkan kepala uminya benar, dia harus belajar tawakal. "Non teh baik-baik aja.. ?" tanya pak deni yang posisinya sudah berada di luar dan sudah membukakan pintu untuk Aira. Seketika Aira tersadar dari lamunannya. "Ehh.. Iya pak, oh iya makasih ya pak udah di bukain pintu?" katanya sambil kerluar dari mobil. Pak deni pun mengangguk, setelah menutup kembali pintu mobil, pak deni membuka bagasi untuk mengambil koper Aira. Sementara Aira, langsung melangkahkan kakinya ke rumah. Di depa

