Perlahan namun pasti, kaki Aklil mendekat ke arah istrinya berada. Aira yang melihat pergerakkan Aklil, tidak melarangnya. hanya memalingkan wajahnya menjadi menatap ke arah lain. Aklil mengerti, kenapa Aira sampai memalingkan wajahnya, Setelah sampai di depan istrinya Aklil berjongkok.. Kedua lututnya beradu dengan lantai. Ah.. Betapa dia ingin memeluk dan mencium istrinya saat ini juga, tapi dirinya harus menahannya sebelum menjelaskan semuanya pada Aira. tangannya meraih kedua tangan milik istrinya, Aira berusaha melepaskan tangan Aklil. Tapi tidak di biarkan oleh Aklil, Dia menggenggamnya begitu erat. Walaupun, dalam hati Aira dia begitu merindukan sentuhan suaminya, Aira menahannya karena rasa kecewa pada Aklil. "Maaf... " Kata pertama yang di ucapkan Aklil, "Maaf.. Aku baru

