Aklil masih diam dengan tangan yang tidak berhenti mengusap-ngusap punggung Aira, dia memilih menunggu untuk bertanya lagi sampai Aira tenang. Ryan yang mengerti, keluar sejak tadi Aira masuk dan memeluk Aklil. Lama mereka dalam posisi seperti itu, dan.. Tangisan Aira pun sudah mulai reda. Hanya tersisa isakan-isakan kecil.. Aklil baru saja bisa bernafas lega, baru beberapa saat tidak melihat tangisan Aira. Dan.. Tangisan itu hanya beranjak sebentar saja, sekarang Aklil sudah melihat lagi wajah istrinya yang bersimbah air mata. Mata Aira pun masih sedikit bengkak, dan sekarang sudah menangis lagi. "Kenapa sayang?" tanya Aklil lagi setelah di rasa Aira berhenti menangis. Aklil pun merenggangkan sedikit tubuh Aira dari pelukannya, lalu mengusap air mata dari pipi mulusnya Aira. Aira m

