Suudzon

2643 Kata

Aira sedang di kamarnya, dalam posisi tengkurap di tempat tidurnya. Pasang matanya lurus ke depan tidak berkedip, pandangannya kosong.. Pikirannya berkecamuk menerka-nerka apa yang suaminya lakukan, hatinya terasa sakit. sangat sakit. Saat ini pikirannya tidak bisa berpikir jernih, tidak ada pikiran positif sedikit pun tentang Aklil, Suami yang begitu di cintainya. Kenapa Aklil begitu tega melakukan hal itu pada dirinya, Apa sejak menikah pun Aklil seperti itu? Atau bakan sebelum menikah Aklil sudah seperti itu. Hanya saja Aklil pintar menyembunyikannya, tapi.. bagaimana kalau iya. Kalau kenyataan itu benar adanya apa Aira sanggup dalam waktu dekat ini ia harus kehilangan Aklil? Tidak! Aira tidak mau, dia tidak bisa. Tapi, bagaimana kalau kenyataan yang terjadi memaksanya, untuk m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN