Menjelang pagi Aira masih tetap muntah-muntah, Semalam pun ketika Aira terlelap tidur Aira sempat muntah dua kali, Ketika.. Aklil menawarkan untuk pergi ke dokter tetap saja istrinya menolak, aneh memang dirinya pun seorang dokter tapi.. Kenapa dirinya sendiri tidak mau ketika di bawa ke dokter. Pagi ini Aira sedang duduk di sofa di ruang keluarga, Berada di pelukan Aklil.. Dengan sayang Aklil memijat pelan kepala Aira yang katanya terasa pusing.. "Masih pusing?" Aira mengangguk di pelukannya, Bi lasmi datang dari arah dapur membawakan satu mangkuk bubur, satu gelas teh dan satu gelas s**u sesuai permintaan Aklil. "Ini den.. Non nya sarapan dulu biar enakan atuh.. " ucap bi lasmi, "Makasih ya bi.. " Aklil tersenyum, Bi lasmi balas tersenyum. "Sarapan dulu ya.. Biar enakan bada

