Satu minggu sudah Aklil di paris, dia bukan betah berlama-lama di sini. Tentu saja karena kerjaannya yang belum selesai, Selesai masalah satunya muncul lagi masalah baru. Padahal Aklil sudah sebisa mungkin memaksimalkan waktunya untuk bekerja, tujuannya supaya cepat selesai dan dia bisa segera pulang menemui istri tercintanya. Seperti sekarang, Aklil baru selesai rapat direksi. Harusnya dia istirahat tapi ini tidak, Aklil langsung bergegas ke ruangannya, membuka laptopnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Pintu ruangannya terbuka, tanpa ada ketukan terlebih dahulu. Siapa lagi yang berani masuk seenaknya kalau bukan orang satu makanan satu minumannya, Ryan bagaskara. Aklil tak mengindahkannya, dia fokus dengan pekerjaannya. Lagi pula dia sudah tahu siapa yang datang. Sedangkan Ryan

