Pagi ini.. Setelah sarapan, Aklil packing di bantu Aira menyiapkan barangnya untuk pergi ke paris, dia mendapat kabar dari orang kepercayaannya yang di sana, perusahaannya sedang bermasalah dan harus segera di selesaikan. Jika keadaannya tidak darurat seperti ini Aklil tidak ingin berangkat, apalagi keadaan istrinya sedang seperti ini. Walaupun Aira tidak menangis di depan Aklil, tapi Aklil tahu istrinya masih sangat sedih, Aklil juga pernah beberapa kali memergoki istrinya melamun. "Sudah selesai mas.. " ucap Aira. Aklil tersenyum, menggeser duduknya jadi lebih dekat dengan istrinya, lalu meraih kedua tangan Aira mengelusnya pelan. "Sayang kamu gak papa kan aku tinggal sementara?! " Ucap Aklil lembut. "Iya mas. Mas jangan fikirin aku, insyallah aku akan baik-baik aja.. " Aira terse

