34

1568 Kata

Aerilyn masih belum berani meskipun hanya untuk sekadar keluar dari kamarnya. Ia tidak mau bertemu dengan Naira nantinya, lebih tepatnya adalah ia terlalu malas jika harus berhadapan dengan kakak tiri yang bahkan secara blak-blakan ingin merebut pacarnya seperti itu Tok, tok, tok! "Ilyn Sayang, makan dulu, yuk! Kamu belum makan dari pulang sekolah, loh. Itu juga ada Nenek Sari yang katanya mau jemput kamu buat nganter ke rumah Papa mu. Apa kamu masih gamau keluar Sayang?" Deni mengetuk pintu kamar anaknya, ia berusaha untuk tetap bersikap lemah lembut dengan anak gadisnya itu. Ya, meski tiri ia tetap menyayanginya dengan hati yang tulus. Bagaimanapun juga, ia tetap memegang teguh prinsipnya untuk tetap bisa menjaga sikap dan selalu berbaik hati pada seorang perempuan apalagi jika itu ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN