Di saat hati sedang patah. Sungguh itu hal yang paling menyakitkan di bandingkan sebuah luka. Hati memang terkadang menyakitkan. Tapi di saat sakitnya itu hilang. Akan ada hal yang membahagiakan yang menanti. Aku bahagia. Di saat masalah yang ku hadapi terasa rumit. Allah telah memberikan gantinya. Yaitu, dengan kehamilanku. Yang membawa kebahagiaan di dalam keluarga ini. Mami dan Papi mendengar kehamilanku. Dengan bahagianya. Mereka saat ini sedang di dalam perjalanan untuk menemuiku. Perjalanan yang sangat jauh. California-Jepang. Sungguh tak bisa aku bayangkan. Sesekali aku tersenyum kecil. Ketika membayangkan Leon merasa ngidam. Kehamilanku ini membebaskanku dari masa ngidam. "Hei. Ada apa dengan senyum lo itu?", tanya Luvina. Aku melupakan satu hal. Ternyata Luvina masih di samping

