Sasha tersenyum samar-samar mengiyakan pertanyaan Dylan. Lalu, dalam sepersekian detik, mata mereka berdua saling beradu tegang. Seseorang baru saja memutar kaset di rak bagian CD. "Siapa di sana?" teriak Dylan keras-keras. Lagu pilu dan penuh renungan tentang bencana di sebuah negeri tiba-tiba terdengar memenuhi toko buku. Mereka berdua terhenyak sesaat. Dari jauh tampak seorang anak laki-laki seumuran Ian berlari keluar toko dengan tergesa-gesa dan panik. Dalam pelukannya terlihat beberapa kotak DVD. "Anak itu! Apa yang dilakukannya?" geram Dylan kesal. Sasha menahan tangan Dylan, lelaki itu hendak berdiri mematikan lagu tersebut. "Biarkan saja. Lagu ini suka sekali dinyanyikan oleh nenekku di kala dia senggang." Senyum pilu terlihat di wajahnya yang berantakan. "Kamu yakin?" tan

