Sementara itu di lantai dua, Sasha berusaha menjaga agar kewarasannya tetap terjaga. Jika dia panik, bisa-bisa semua ikut ketularan dan membuat situasi jadi tidak bisa dikendalikan. "Kalian! Periksa semua pintu di lantai satu!'' seru Sasha keras, menunjuk sekumpulan pria yang membeku di sudut ruangan, tidak tahu harus berbuat apa. Lalu dia berteriak setibanya di depan eskalator yang langsung mengarah pada pintu depan mall. "Halangi semua eskalator menuju lantai dua!" Sebagian penumpang bus berhasil naik ke lantai dua, beberapa sedikit terkejut dengan Sasha yang membawa katana meski masih di dalam sarungnya. "SIAL! Bangunkan semua orang di lantai tiga dan empat!" teriak Sasha, matanya sekilas melihat dengan tatapan kalut kepada seorang ibu-ibu yang gemetar ketakutan di dekat etalase alat

