"Boleh nggak kalau gue minta pelukan dari lo?" Pertanyaan Marcel membuat Mentari terkejut sekaligus gugup. Wanita itu berulang kali membuka mulut kemudian mengatupkannya kembali, seakan ragu. Bukannya tak mau, tapi kegugupan yang melandanya lah yang membuatnya seperti itu. Dia takut Marcel dapat mendengar atau merasakan detak jantungnya yang kini mendadak bekerja dengan ritme yang tidak seperti biasanya. Akan tetapi, Mentari akhirnya menyerah dan mengangguk mengiyakan. "Boleh—" Marcel rupanya tak butuh jawaban dari lisan Mentari untuk beringsut mendekapnya. Sikapnya jelas membuat Mentari semakin dilanda kebingungan, tapi dia memilih untuk tak menyuarakannya. Yang dia tahu Marcel memang sedang tak baik-baik saja, jadi tangan Mentari terangkat guna menepuk punggung pria itu penuh perhatia

