"Are you okay?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Mario yang sudah mendengar semuanya dari Vino yang lebih dulu tahu mengenai ibu Marcel paska lelaki itu meminta tolong padanya untuk memberikan perawatan terbaik untuk Lidya. Saat ini dia sedang berada di balkon kamar Marcel. Mario sengaja berkunjung usai bertemu dengan kliennya. Marcel menatapnya dalam diam. Tatapannya penuh luka, tapi bibirnya tersenyum tipis. Senyum yang tak sampai mata. Marcel kembali mengarahkan tatapannya ke depan, tempat di mana pemandangan indah mansionnya terlihat begitu jelas dari atas sini. Dia mengembuskan napas perlahan. "Gue bingung, Yo." Mario bertanya, "Bingung kenapa?" Marcel mengembuskan napas panjang. "Saking merasa bersalahnya gue jadi meragukan niatan gue buat bikin Mentari dan anak-anak kembali

