Marcel yang berpakaian serba hitam sedang berjalan di sebuah area pemakaman dengan membawa dua buket bunga. Alih-alih bunga tabur, dia memang lebih suka membawa buket bunga seperti ini. Entah apa alasannya, tapi yang jelas dia tidak suka berlama-lama menabur bunga di makam orang-orang yang dia sayangi. Dia tidak sanggup, karena itu hanya akan membuatnya menangis tiada henti setelahnya. Marcel sampai di kedua makam yang dia tuju. Senyum tipis nan sendu terlukis jelas di wajah rupawan itu sembari meletakkan bunga yang dia bawa di atas nisan bernamakan Syarif dan Rania tersebut. "Aku datang, Pa, Kak. Maaf karena udah lama nggak kunjungin kalian," ujar Marcel sebelum akhirnya berjongkok. Dia membersihkan daun-daun gugur yang berserakan di atas nisan, juga rumput-rumput liar yang tumbuh di se

