Mentari menyetir dengan kedua tangan yang masih bergetar. Air matanya tak mau berhenti mengalir. Sesekali saat berada di lampu merah dia memijat-mijat tangannya sendiri dan mengatur napas, berusaha menenangkan diri. Di jok belakang, Rena juga tampak menangis tanpa suara. Kepalanya terus tertunduk. Reno yang sejak awal tidak terlibat dalam perdebatan ibu dan saudarinya tampak bingung, tak tahu harus berbuat apa. Benaknya bertanya-tanya mengenai sikap sang bunda, tapi tak berani melontarkan apa pun lewat lisan. Dia bahkan tidak berani membuka mulutnya untuk menenangkan sang kembaran, kendati tangannya merangkul dan mengusap lengan Rena penuh kasih sayang. Sesekali dia juga menghapus air mata yang membanjiri pipi gadis mungil dalam dekapannya. Pikiran Mentari berkecamuk. Dia ketakutan setela

