Kedua mata yang terpejam itu mulai mengernyit. Dahinya berkerut dan kepalanya mulai bergerak, walaupun tak begitu kentara. Tak lama setelahnya, kedua netra itu pun terbuka perlahan diiringi dengan kerutan di dahinya yang semakin dalam. Mengalami disorientasi tatkala mendapati dirinya berada di sebuah ruangan serba putih yang sarat akan bau khas rumah sakit. "Mas Marcel udah sadar?" Bariton itu menyapa gendang telinga Marcel yang disusul oleh sentuhan penuh perhatian dari Pak Ardi di lengan. Marcel yang sejenak lupa akan apa yang terjadi pun tampak kebingungan. Mencoba mengingat, tapi justru kepalanya terasa pening. Marcel meringis kesakitan sambil menyentuh kepalanya. Pak Ardi pun buru-buru menjelaskan, "Mas Marcel tadi pingsan, makanya kita ada di rumah sakit sekarang." Alih-alih terpu

