I Remember You

1789 Kata

Marcel yang pingsan dibawa ke rumah sakit. Saat ini tubuhnya terbaring lemah di UGD. Sabrina, asisten Marcel, menjadi orang pertama yang mengetahui pingsannya sang atasan di atap saat sedang bicara dengannya lewat sambungan telepon tadi. Wanita itu senantiasa menunggu Marcel siuman sambil menanti datangnya sang wali pasien, yaitu Mario. Pria itu sudah dihubungi sejak Marcel pertama ditangani oleh dokter tadi, tapi batang hidungnya belum kelihatan sampai detik ini. Sabrina berpikir mungkin saja sepupu sang bos besar sedang terjebak macet. "Sabrina!" Sebuah suara dari sosok yang dinanti-nanti sejak tadi pun menyapa telinganya. Sabrina menoleh ke asal suara dan mendapati Mario sedang berlari kecil ke arahnya. Dia langsung mengangguk sopan pada Mario ketika pria itu sudah berdiri tepat di had

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN