"Lo cari gara-gara sama gue?" desis pemuda yang kata Bagas bernama Marcel sambil menatap seorang murid laki-laki berkacamata dengan penuh amarah. Membuat Mentari yang melihatnya mendengus tak suka. Sungguh, untuk apa orang itu membuat keributan di kantin? Kalau memang ada masalah, kenapa tidak diselesaikan saja berdua? Satu hal lagi yang Mentari tak habis pikir adalah fakta bahwa teman-teman Marcel hanya diam saja, mengamati dengan seringai menyebalkan mereka. "Dasar tukang cari perhatian!" desis Mentari sebal. Mentari mengambil sebuah kaleng minuman bekas yang terdapat di meja samping meja tempatnya dan Bagas berada. Bagas yang terkejut langsung mencekal tangan Mentari. "Tar, mendingan lo nggak usah ikut campur deh," Bagas memeringatkan dengan nada suara yang begitu tegang. Alih-alih

