Mentari mematut diri di depan cermin. Saat ini dia sudah mengenakan lace dress hitam yang jatuh di atas lutut. Rambutnya dibiarkan tergerai bergelombang di belakang punggung. Riasan tipis menghiasi wajah jelitanya. Tak lupa, wanita itu mengenakan sepatu hak tinggi dan membawa couch hitam yang mempermanis penampilannya. Sungguh, jika tidak mengenal Mentari pasti akan mengira kalau dia masih gadis. Mentari tidak terlihat seperti seorang ibu beranak dua. "Wah, Bunda cantik banget!" Dengan kompak Rena dan Reno berseru. Keduanya berdiri di ambang pintu kamar Mentari dengan wajah berbinar. Mentari yang jarang sekali berpenampilan seperti itu merona dibuatnya. Dia menghampiri kedua anaknya dan menyejajari tubuhnya dengan tinggi si kembar. "Beneran Bunda cantik?" tanyanya. Entah kenapa rasanya b

