"Kita bertemu lagi, Mentari Serafina Zeline. Oh, atau gue harus manggil lo Bunda-nya Rena dan Reno?" Mentari menelan saliva gugup. Marcel menatapnya disertai seringai kejam yang selama ini dibanggakan olehnya. Dia benar-benar Marcelino Soebrata yang dulu dibenci olehnya, yang menjadi sumber penderitaannya selama bertahun-tahun. Ingatan pria itu rupanya telah kembali dan kekhawatiran Mentari selama ini terjawab sudah. Air mata kini mulai menggenangi pelupuk mata Mentari. "L-Lo udah ingat semuanya?" Mentari mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Retoris memang, tapi setidaknya dengan begini dia sudah mendapatkan jawaban pasti, kendati terdengar sekali dari suaranya yang bergetar kalau ia ketakutan melihat sosok yang berdiri di depannya. Marcel tersenyum sinis. Ia mendekatkan wajahnya p

