“Gimana caranya Rena nebak kalau Om Acel itu ayah kalian?” Marcel bertanya begitu dia meletakkan pantatnya di sofa apartemen Mentari. Ya, mau tidak mau Mentari membiarkan Marcel masuk ke kediamannya karena Rena dan Reno merengek. Sambil tersenyum malu-malu Rena menunjuk wajah Marcel. “Muka Ayah mirip banget sama Kakak, apalagi waktu lagi ngomong tanpa ekspresi.” Reno ikut menimpali, “Cara Ayah ngomong juga mirip sama Rena. Kalau senyum mata Ayah sama Rena jadi berbentuk kayak bulan sabit.” Mau tak mau Marcel tersenyum lebar mendengar jawaban polos anak-anaknya. Dia menarik kedua anaknya, memeluk mereka dengan erat. Senyum lebar itu pun berubah menjadi senyum haru. Mata Marcel berkaca-kaca karenanya. “Maafin Ayah, Sayang. Ayah udah ngelakuin banyak kesalahan sama Rena dan Reno. Ayah nye

