Aku merasakan sakit di sekitar tubuhku, terlebih rambutku terasa sangat sakit karena jambakan dari teman-teman satu sekolahku. Aku ingin berteriak meminta tolong tapi percuma saja, sekolahku sedang tawuran. Dan tak akan ada yang mendengarku kecuali anak-anak laki yang sedang berantem. “ Woi... Lepasin! Gila ya lo!!” teriak seorang laki-laki. Aku tersenyum berhatap jika laki-laki itu akan menolongku. Aku berusaha menatap seseorang yang menolongku. Laki-laki tersebut menampik tangan tangan yang menjambakku. “ Ya ampun gantengnya...” “ Jangan ikut campur!!” Teriak Azel. “ Dasar perempuan zaman sekarang. Mending sana main Barbie di rumah. Bukan malah jadi Preman disini.” Katanya lagi. Bug... Brak.... “ Kya...” “ Ahhh....” “ Astaga...” “ s**t!!” Maki laki-laki tersebut. Aku semaki

