Sean datang terburu buru mendapat telfon dari Elsa. Bagaimanapun Elsa tadi siang mengantarkannya ke Apartemennya karena mabuk hanya karena memikirkan Gisel yang berpacaran dengan Aril. Sean mengedarkan pandangannya di klub malam ini. Ia harus menemukan Elsa. Elsa tadi menelfonnya dengan suara menangis. Melihat tangga di sudut, Sean langsung menaiki tangganya. Ruang 14. “ Elsa!!” teriak Sean. “ Sean.. Gue disini. Tolong buka.” teriak Elsa dengan suara gemetar ketakutan.. “ Minggir Sen, gue dobrak pintunya.” Kata Sean. Sean langsung mendobraknyaknya. Ketika pintu tersebut terbuka, Ia melihat seorang pria terbaring dengan darah di kepalanya. Elsa langsung memeluk Sean erat. Badannya gemetar. “ Gue takut. Ayo pergi dari sini.” Ucapnya sembari menangis. Sean memeluknya erat. “ L

