Sean mencoba menghubungi Gisel. Tapi Gadis itu sama sekali tidak menjawab panggilan atau membalas pesannya. Irenee tadi bilang kepadanya jika Gisel menangis karena perkataannya. Dan Sean, meskipun kesal karena Gisel menendang barangnya tapi jika Gisel menangis karena ucapannya tetap saja ia tak tenang. Ia merasa bersalah. Sean skip untuk kelas hari ini dan menunggu Gisel di depan ruangannya. Sampai sekeluarnya Gisel, Sean menyapa gadis tersebut. Tapi, Gisel pura-pura tak melihatnya. Pura-pura tak mengenal Sean. Gisel sakit hati Sean mengejeknya seperti itu. Jika itu orang lain Gisel tak peduli. Tapi, orang itu Sean. Sean orang di sukainya. “Gis.. Sorry. Lo jangan marah dong.” Gisel diam saja dan tak menjawab perkataan Sean. “Giss..” “Gisel” “Gue nyesel pernah kenal sama lo.” kata G

