Gisel tersenyum di kelasnya hari ini. Bayangan Sean yang marah seperti orang cemburu terus saja berkelibat di ingatannya. Yah, Sean marah dengannya. Ia ngambek bak anak kecil. Dan Gisel menyukainya. Gisel berjalan terburu-turu keluar dari kelasnya. Hari ini dia akan lunch dengan Xavier karena Xavier tak bisa mengantarkan Gisel mengajar les. Gisel segera menuju ke BEM Teknik di kampusnya. Ia sudah janjian dengan Xavier disana. “Sel.. Mau kemana?” tanya Sean yang melihat Gisel di kantin. “Ke Bem teknik. Aku ada janji sama kak Xavier.” jawab Gisel. “Duluan ya..” pamitnya yang langsung pergi meninggalkan Sean. Sean menatapnya. Semenit kemudian dia menghela nafas. Ia seharusnya tak bertindak seposesif itu semalam. Gisel bisa saja salah faham karena tingkahnya. Sean pamit ke teman-temann

