Gisel dan keluarganya baru sore hari, sampai di Malang tepatnya di rumah neneknya. Neneknya menyambutnya dengan pelukan. “ Cucu nenek, makin mirip ya sama Mamanya. “ Ujar neneknya dengan memeluk Gisel. Setelah memeluk Gisel, kini gantian ia memeluk Nathan cucu laki-lakinya. Aryan menyalami mertuanya itu. “ Nenek udah bikin wedang Jahe. Minum dulu. “ Gisel meminum wedang tersebut. Selesai minum neneknya mengajaknya untuk makan bersama. Selesai makan, Nathan memijit kaki neneknya. Sementara Gisel memainkan Piano tua milik neneknya di hadapan Papanya. Papanya bertepuk tangan melihat akhir permainan Gisel. “ Kamu mau belajar main Piano? Papa bisa daftarin les kamu. “ tawar Papanya. “ Mau Pa. “ “ Pa, Gisel mau beli Martabak telor di depan sekalian jalan jalan. Papa mau nggak? “

