Karena perdebatannya tadi, Sean dibuat bingung dengan Gisel yang ngambek dengannya. Beruntung Gisel masih mempunyai kelemahan yang sama. Yaitu tidak bisa berkata tidak untuk Sean. Sean berhasil memaksanya untuk membuatkannya makanan. Kini dia dengan Gisel pergi ke pasar terdekat. Sebenarnya Sean sudah menyuruh Gisel untuk membeli di supermarket bawah apartemennya tadi Gisel tak mau. Karena tidak ingin membuat keributan lagi Sean dengan terpaksa mengantarnya. Sesampainya di pasar Sean mengikuti Gisel, dia membawakan semua belanjaan Gisel. Tapi sejam belanja Gisel belum selesai juga. “Masih lama?” tanya Sean untuk kesekian kalinya. “Enggak, tinggal nyari kepiting aja.” “Tadi kan ada kepiting.” “Mahal Sean. Nggak bisa di tawar.” “Ya ampun Gisel...” jengah Sean. Dia langsung per

