PENGAKUAN 2

1127 Kata

Sean termenung di kamarnya memikirkan perkataan Aril. Perkataan Aril juga mengingatkannya terhadap pertanyaan Irenee tempo hari. Sean langsung menepuk pipinya dan menggeleng kuat kuat. Tak mungkin Gisel menyukainya. Selama ini jika Gisel menyukainya ia pasti bisa merasakannya. Tapi nyatanya ia sama sekali tak merasakan perasaan Gisel terhadapnya. Sean langsung ke kamar mandi. Dan mulai mandi. Lebih baik ia kuliah mendengarkan pe jelasan dosen datipada harus memikirkan Gisel. Ada yang aneh dengannya. Ia berdebar hanya karna mengingat Gisel. “s**t!!” Disisi lain Gisel berniat ngeprint tugas dari Dosen yang di berikannya di Koperasi. Ia berjalan santai menuju koperasi. Tapi, di tengah jalan ia bertemu dengan Sean. Pembicaraannya tak berjalan membaik semalam dengan Sean. Gisel berniat m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN