"Acamualaikum! Bundaa..." Wening sontak menutup telinga dan memegang tubuh sang putra yang tengah menyusu padanya, berharap tidak kaget mendengar teriakan Syifa. "Bundaa... Mbak mantuk!" Brak! Pintu kamar terbuka dan tak lama muncul sosok yang berhasil membuat jantung bundanya hampir lepas. Bukannya merasa bersalah gadis kecil itu malah tersenyum lebar menghampiri sang bunda yang sedang menahan emosi agar tidak kelepasan. "Gapindut bobok bunda?" "Iya adik bobok. Ayo Mbak Syifa bobok siang juga." Berbanding dengan perintah sang bunda, anak itu malah mengambil alih handphone Wening yang ada di sebelahnya. "Syifa... Kok malah pegang HP, bunda kan minta Syifa bobok siang." "Sebental bunda, Cipa main t****k dulu." "Nggak ada main t****k. Nanti kalau nggak bobok siang nggak jadi dibeli

