Svarga memeluk tubuh Alena dari belakang, saat ini Alena sednag merapikan dokumen-dokumen yang baru saja Svarga kerjakan. "Mas, ini di kantor," "Hm, aku tahu," "Kamu tidak ingin semua melihat apa yang kamu lakukan, kan?" tanya Alena, "Aku tidak peduli," jawab Svarga sembari mengecup leher bagian belakang Alena dan membuat Alena merasa geli dengan aksi Svarga. "Nngh, Mas, ini berlebihan," kata Alena yang tak ingin memancing kehebohan di kantor. "Kalau begitu, malam ini kamu senggang, kan Alena?" tanya Svarga yang mulai menggoda Alena. "Em, i-iya, Mas," "Bagus," jawab Svarga dengan tangan yang mulai bergerilya. Ntah mengapa bersama Alena, otak Svarga selalu dipenuhi dnegan urusan s**********n dan erangan Alena. Terlebih lagi, Svarga sangat menyukai desahan Alena saat bersama denga

