56. Masalah

1139 Kata

Pernikahan Alena dan Svarga berjalan hampir satu bulan. Svarga menatap Alena yang duduk di sofa dengan manis. Jujur saja, Svarga ingin menerkam wanita-nya namun diurungkan oleh Svarga karena Alena tampak kelelahan karena hasrat milik Svarga untuk Alena terlalu besar. Alena mengerti jika kewajiban seorang isteri adalah melayani suami, namun Svarga membuat Alena kelaparan dan harus merengek agar Svarga mengabulkan permintaan kecil Alena. "Kamu masih marah?" tanya Svarga, "Tidak" "Lalu kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Svarga menahan tawa-nya. "Aku tidak marah. Hanya sedikit kesal karena kamu terus menghajar tubuhku tanpa ampun" jawab Alena degan jujur, membuat Svarga menghentikan kegiatannya dan duduk berjongkok di depan Alena yang kini mengernyitkan dahinya, "Maaf. Aku hanya tidak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN