"Aaaaa ... lepas!! Lepaskan!!" jerit Karina ketiga berhasil menangkapnya kembali. "Tidak!" jawab Gara langsung menahan kedua tangan Karina hanya dengan sebelah tangannya, sementara sebelahnya menahan pinggang istrinya. "Kamu pikir setelah membuatku pusing dengan pergi seenaknya, lalu menendang aset berhargaku, kamu bisa lepas begitu saja?" geram Gara. Dia mendorong mundur Karina sampai wanita itu terpojok ke dinding, dan tak punya celah untuk kabur lagi. Sementara itu, Karina sudah menutup mata, dengan wajah gelisah dan pandangan yang tertunduk. Saat merasakan nafas suaminya itu. "Ternyata kamu punya ketakutan juga, padahal aku tidak akan menghukummu sakit, Sayang. Bahkan kamu mungkin akan menikmatinya," ungkap Gara tersenyum menang. Akan tetapi hal itu tak bertahan lama, karena

