"Dari mana saja, kamu?!" Gara melipat tangannya di depan dad*. Terlihat berdiri kokoh dengan menjulang tinggi serta wajahnya yang angkuh, dan tatapan galak mengintimidasi. Melihat itu, menyaksikan suaminya menyambutnya dengan tak mengenakkan di depan pintu, Karina langsung menghela nafasnya dengan kasar. "Waktu aku pergi kamu lihat sendiri aku sama siapa, dan aku ngomong mau kemana. Walaupun udah tua kamu nggak mungkin udah pikun kan, Mas?!" jawab Karina dengan nada lembut, tapi mengejek. Membuat Gara meradang, dan menangkap lengan istrinya yang kemudian di tahan olehnya. "Tua? Berani sekali kamu mengataiku!" bentak Gara menyentak Karina. Namun, Karina pasrah saja. Tidak membalas amarah itu dengan marah melainkan ketenangan yang entah dari mana dipelajarinya. "Jadi kamu masih bo

