CILY, CEO 86 Dave menghela napas berat. Tengkuknya terasa begitu berat dan lelah, apalagi dia belum istirahat sama sekali sejak beberapa Minggu ini, pekerjaan menyiksa jiwa dan raganya. Dan sekarang, dirinya sudah harus kembali menginjakkan kakinya di Palembang, tempat yang seharusnya tidak dia kunjungi, apalagi setelah dia berjanji akan pulang dan menemui Airin, dia benar-benar merasa bersalah karena itu. Andai saja masalah ini tidak hadir, mungkin dia bisa bersama Airin sekarang. Membantu atau malah mendengar wanita itu mengeluh. Ah, mengingat itu membuat rasa rindu dalam diri Dave mecuat tak tertahan lagi. hanya saja dia tidak bisa meluangkan waktunya sekarang. ada satu hal yang harus dia selesaikan sekarang. Jujur Dave sangat menyukai saat mendengar Airin mengeluh, entah tentang peke

