CILY, CEO 90 Sudah tiga hari berlalu dan Dave masih juga belum memberi kabar pada Airin, entah apa yang dilakukan oleh pria itu hingga begitu sibuk sampai lupa dengan keberadaan dirinya. Mendengkus kasar, Airin beranjak dari tempat tidurnya, hari sudah terlalu larut tapi dia masih begitu sulit untuk memejamkan matanya, bayangan Dave seolah memenuhi kepalanya, dan Airin benci dengan hal itu. Dia khawatir dengan kondisi Dave. Apakah pria itu sudah makan atau belum? Apakah makannya teratur atau tidak? Apakah tidurnya nyenyak? Semua pertanyaan itu berputar di kepalanya. Dengan perasaan gelisah dia langsung menyambar ponsel yang ada di atas balas sebelah tempat tidurnya, dia mencoba menghubungi Dave untuk kesekian kalinya, panggilan pertama tidak di, Airi. Mencoba kembali, lalu saat panggila

